Produsen banyak memberi konsentrasi pada internal hp buatan mereka, hingga terwujudlah hardware yang mumpuni. Cuma saja, hardware atau hp yang mutakhir juga memerlukan baterai yang kuat supaya dapat dipakai kurun waktu lama tanpa ada mesti mencharge terus-terusan.
Sepanjang dekade paling akhir, sesudah lewat banyak penelitian, ada dua type baterai yakni lithium-ion serta lithium-polymer yang nampak sebagai pilihan paling baik untuk smartphone.
Lalu apa ketidaksamaan dan keunggulan serta kekurangan dari ke-2 type baterai ini?
Tersebut disini penuturannya.
- Baterai Lithium-ion
- Komposisi serta Konstruksi
- Baterai lithium-ion sudah nampak cukup lama serta jadi type baterai pertama yang diambil untuk smartphone.
- Baterai ini memakai elektroda positif (kobalt lithium oksida, lithium besi fosfat, atau lithium mangan oksida), elektroda negatif (umumnya grafit), serta elektrolit (etilen karbonat, dietil karbonat).
- Elektrolit itu disimpan dalam pelarut organik di antara elektroda. Semua baterai terikat erat oleh bungkus (casing) logam.
- Rangkaian perlindungan juga ditambahkan untuk mengatur level tegangan serta arus dalam batas aman.
Keunggulan Lithium-ion
- Mempunyai kepadatan daya yang tinggi.
- Mempunyai saat taruh panjang.
- Dapat ditukar oleh pemakai.
- Kekurangan Lithium-ion
- Baterai condong agak berat.
- Pelindung sirkuit memberi cost.
- Mempunyai tingkat self-discharge yang relatif tinggi (lebih boros).
- Terlebih ada berbentuk persegi panjang.
- Baterai Lithium-polymer
Komposisi serta Konstruksi
Baterai lithium-polymer nampak lebih akhir dibanding lithium-ion.
Lithium-polymer pada intinya mempunyai komponen yang sama juga dengan baterai lithium-ion.
Ketidaksamaan paling utama terdapat pada bahan pemisah atau sisi di mana ion bergerak diantara elektroda.
Dalam masalah baterai lithium-polymer, pemisah terbuat dari polimer mikro-pori yang dilapis gel elektrolit.
Dalam soal ini, separator juga melakukan tindakan sebagai katalis dalam sistem kimia keseluruhannya.
Sama dengan baterai lithium-ion, baterai type ini dapat membutuhkan perlindungan sirkuit untuk meyakinkan tegangan ada dalam batas aman.
Tetapi, tak seperti lithium ion, lithium-polymer tak membutuhkan bungkus (casing) logam.
Keunggulan Lithium-polymer
- Mempunyai tingkat self-discharge yang begitu rendah (lebih tahan lama).
- Enteng.
- Ada dalam beragam bentuk.
- Kekurangan Lithium-polymer
- Mempunyai kepadatan daya yang rendah.
- Mahal.
- Mempunyai usia taruh yang relatif pendek.
- Tidak bisa ditukar oleh pemakai.
Demikianlah perbedaan baterai Lithium ion dan Lithium polimer

Oooo...ternyata begitu to
ReplyDelete